|
Belajar dari pengalaman di daerah lain, tentu bukan sekedar ikut-ikutan. Mungkin sudah saatnya hadir organisasi untuk tempat berkumpulnya para adeniumania. Sebuah pertanyaan terbuka untuk Adeniumania di wilayah Depok & Cibinong - Jawa BaratÂ
Kira-kira sebulan yang lalu, dua orang teman dari Depok rela meluangkan waktu secara khusus sowan ke tempat saya di Cibinong untuk sekedar menyapa sesama pecinta adenium. Setelah saling berkenalan dan mengakrabkan diri, beliau kemudian menyampaikan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk mengundang saya dan teman-teman di Cibinong untuk menghadiri pertemuan yang rupanya sudah dijadwalkan dalam rangka pembentukan sebuah wadah agar para penghobi adenium di wilayah Depok-Cibinong dapat -menurut bahasa saya- menyamakan persepsi mengenai adenium dan penyebarannya, atau kalau boleh berterus terang: pemasarannya, baik untuk kalangan sesama pemain ataupun untuk kalangan konsumen. Kami berempat, yaitu beliau berdua, saya, dan teman dekat yang menjadi tuan rumah, lalu terlibat obrolan hangat seputar tema paguyuban yang saya ambil menjadi judul artikel ini. Dari obrolan tersebut ada beberapa hal yang ingin saya bagi dengan Anda semua pengunjung situs web kebonkembang yang saya hormati. Butuh jeda yang lumayan lama sebelum saya akhirnya memberanikan diri melontarkan ini ke hadapan Anda sekalian. Berkaca pada Daerah Lain Sepengamatan saya, kata Pak Haji memulai, di daerah lain, antara lain Yogya, Jawa Tengah dan Jawa Timur misalnya, sudah banyak terbentuk paguyuban adeniumania. Idealismenya bermacam-macam dari sekedar tempat kongkow para pecinta adenium hingga ke hal-hal yang lebih serius dan terarah dengan konsolidasi dan pembinaan yang menurut saya sangat mantap dan mapan. Pengurus dan anggotanya pun diisi oleh tokoh-tokoh yang punya visi sehingga gerak langkah organisasi menjadi seirama dan dinamis. Salut! Agenda kerja masing-masing organisasi ini pun amat beragam. Yang paling menarik tentunya semakin maraknya pameran tanaman hias. Harus diakui ini sangatlah strategis untuk mendongkrak popularitas produk sehingga menjadi diminati oleh khalayak. Paling tidak masyarakat menjadi kenal dengan produk yang ada, lalu menyukai dan diharapkan akhirnya membeli. Kontes juga sudah beberapa kali diadakan di daerah-daerah yang saya sebut di atas, kalau tidak salah belum lama ini di Temanggung, ataupun di kota-kota lainnya baru-baru ini. Dengan adanya kontes ini maka orang berlomba untuk merawat koleksinya secara baik dan benar agar pada saatnya dapat maju berlaga dan menang tentunya. Bolehlah saya katakan tak ada kompetisi yang lebih sehat dari ini! Dengan ketekunan, kesabaran, penuh kecintaan terhadap adeniumnya, merawat sepenuh hati dari mulai penyiraman, pemupukan, sampai pengaturan sinar matahari (bayangkan!) dilakukan secara teratur demi sang adenium tampil dengan bunga cantik dan bonggol bahenol di pentas juara. Dengan adanya agenda-agenda seperti ini, jelas popularitas produk akan terangkat ke permukaan dan masyarakat dapat mengenal, mengakrabi bahkan menyukainya. Dan saya sangat percaya bahwa ada di antara khalayak yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dari segi bisnis tentu ini menjadi peluang yang sangat menjanjikan. Karena dari orang-orang yang jatuh cinta ini maka kita bisa beriklan gratis untuk produk beserta variannya, mulai dari biji, seedling, bonggol besar, grafting dengan bunga keluaran (release) baru dan lama, belum lagi ditambah adenium species lain, species baru, lokal atau impor, asli atau Thai. Alangkah sangat variatif dan seru dunia adenium ini!
Bagaimana di Depok, Cibinong dan sekitarnya? Saya tinggal di Sukahati, Cibinong sejak tahun 2001 dan baru terjun di bidang adenium ini hanya setahun lalu, Februari 2005. Tapi itu pun baru tahap belajar, dan akhirnya memutuskan untuk investasi yaitu sejak November 2005. Yah cukuplah untuk tambah-tambah beli audi --eh... untuk asap dapur maksud saya. Sampai hari ini, saya belum sempat mendengar -atau mungkin luput dari perhatian saya- ada acara pameran tanaman hias digelar di wilayah Depok ataupun Cibinong. Saya sendiri sebetulnya ingin sekali mencoba menggelar pameran adenium di Cibinong. Tidak muluk-muluk, di seputar PEMDA saja menurut saya cukup untuk mempromosikan produk adenium. Saya teringat dulu pertama kali saya memajang beberapa pot adenium dan tanaman lain di bursa di sepanjang Jalan Tegar Beriman PEMDA Bogor setiap hari Minggu. Sekali, dua kali, ternyata sambutan dan antusiasmenya sangat membesarkan hati. Hanya tiga kali saja saya dan teman hadir di pekan. Selebihnya teman-teman mulai datang ke rumah baik untuk sekedar tukar pengalaman atau pun membeli atau keduanya. Dan saya boleh berbangga bahwa owner kebonkembang sendiri, Bpk. ADK., yang paling pertama kali berkunjung ke tempat saya (waktu itu cuma ada dua rak dan dengan terbata-bata saya bicara bahasa adenium dengan beliau). Sampai akhirnya Sukahati seperti menjadi tempat kumpul mingguan dengan teman-teman lain dari Bojong Gede, Citayam, Cikaret, Bogor. Termasuk Pak Haji dari Depok yang mengetuk saya dengan ide paguyubannya. Paling tidak, dengan pemetaan a la amatir, di benak saya sudah tergambar lokasi kantong-kantong adenium mulai dari Pasar Minggu, Depok, hingga Cibinong dan sekitarnya. Hemat saya, untuk dua wilayah terakhir saya kira lebih dari cukup dan memadai untuk menginisiasi acara pameran tanaman hias skala menengah yang bisa dijadikan ajang promosi sekaligus sarana berkumpulnya adeniumania.
Sebuah Paguyuban - Perlukah? Mungkin tepatnya ini adalah pertanyaan untuk refleksi diri saya sendiri, atau Pak Haji untuk diri beliau sendiri. Namun ijinkanlah saya untuk melontarkan refleksi ini kepada Anda juga khususnya di Depok atau Cibinong. Saya bukan bermaksud menebarkan kerisauan akan hadirnya organisasi adeniumania. Tapi barangkali Pak Haji ada benarnya melontarkan ide ini. Mungkin kehadiran organisasi ada manfaatnya. Saya serahkan ke opini Anda masing-masing mengenai perlu-tidaknya. Toh kita bisa belajar dari teman-teman di Yogya atau Jateng atau Jatim tentang arti penting sebuah organisasi yang guyub. Setidaknya -tanpa bermaksud menandingi para senior- mungkin akan tercipta sentra tanaman hias khususnya adenium dengan spesialisasi masing-masing di dekat kita. Mungkin ada di antara Anda yang ingin memegang spesialisasi, biji-kah, bonggol-kah, grafting, dan seterusnya. Dengan demikian mungkin perlu ada kesepakatan di kalangan para spesialis tanaman hias khususnya adenium sehingga produk dapat terdistribusi dengan baik ke khalayak ramai dalam jumlah yang memadai, kualitas yang baik, dan harga yang kompetitif dan dalam atmosfir fairplay. Saya juga teringat pada saat pameran di TMII Desember 2005, seorang teman dari Pondok Gede -kalau tak salah- dan kebetulan beliau pun membuka forum di yahoogroups, mengundang saya untuk hadir di arena pameran dalam rangka pembentukan kepengurusan forum di yahoogroups tersebut (mohon maaf saya tidak bisa hadir waktu itu, pak...). Akhirnya beliau berbaik hati menyempatkan diri mampir ke Sukahati juga. Dan ada pertanyaan menarik dari beliau -dan sudah saya jawab waktu itu. Kini ijinkan saya lontarkan ke Anda semua: sampai kapan trend adenium ini sebenarnya? Apakah di Indonesia tidak kebanjiran adenium lalu harga jadi jatuh? Mudah-mudahan pertanyaan ini masih aktual. Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Haji yang setia dengan ide organisasinya, serta teman-teman dan para ahli yang sudah urun rembuk tentang hal ini. Pada akhirnya saya serahkan kepada Anda semua tak terkecuali yang berada di luar wilayah Depok dan Cibinong untuk sekedar menenangkan kerisauan teman kita akan hadirnya sebuah organisasi adeniumania sebagai wadah untuk maju bersama di bidang tanaman hias di Indonesia. Terima kasih atas perhatian Anda dan mohon maaf bila penyampaian saya kurang berkenan.
Oleh: Asep Sugandi http://www.indonursery.com
|